Materi Membuat Surat Lamaran Kerja
Membuat
Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan merupakan surat yang berisi
permohonan untuk bekerja di suatu lembaga. Pada umumnya surat ini memiliki
bagian-bagian yang berisi identitas diri, jasa yang dapat diberikan,
pendidikan, kecakapan/keahlian, serta pengalaman. Bagian-bagian ini sering
disebut juga kualifikasi pelamar.
A. Mengidentifikasi
Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan
Hal hal penting yang harus diperhatikan di
dalam sebuah surat lamaran yaitu dengan melihat kerapian dan kebersihan
surat. Jika ditulis tangan maka tulisannya harus ditata dengan baik tanpa ada
huruf yang salah. Jika dengan komputer format tulisan dan cetak hasilnya harus
baik dan jelas. Hal terpenting lainnya yang harus diperhatikan di dalam sebuah
surat lamaran pekerjaan adalah bahasa yang digunakan. Surat tersebut haruslah
menggunakan bahasa formal.
Dilihat dari bagiannya, surat lamaran terdiri
atas bagian surat dan riwayat hidup. Kedua bagian ini cukup ditampilkan
dalam satu halaman untuk surat dan 3-4 halaman untuk riwayat hidup.
Artinya, tampilkan isi riwayat hidup hanya bagian pengalaman yang penting,
masukkan pendidikan formal dan non formal; pengalaman organisasi dan
prestasi yang relevan; serta kemukakan integritas pelamar secara jujur.
Bagian surat diawali dengan pernyataan umum
(tesis). Pernyataan umum ini berfungsi sebagai informasi awal terkait dengan
pekerjaan yang akan dilamar. Untuk menguatkan pernyataan umum (tesis), penulis
lamaran harus memberikan argumentasi.
Berdasarkan contoh surat diatas, yang menjadi tesis adalah
sebagai berikut.

Di
dalam surat lamaran pekerjaan terdapat pula argumentasi. Berikut ini adalah
kutipan argumentasi surat lamaran pekerjaan.

Jika dicermati paparan di atas, surat lamaran pekerjaan
tergolong ke dalam jenis eksposisi. Surat lamaran pekerjaan bersifat
formal. Keformalan surat lamaran pekerjaan dapat ditandai dari informasi
mengenai sumber awal informasi tersebut. Penjenisan Surat Lamaran
Berdasarkan jenis pembuatannya, surat lamaran
pekerjaan dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis.
1. Surat lamaran pekerjaan yang digabungkan
dengan riwayat hidup (curriculum vitae). • Dalam cara ini, riwayat hidup
termasuk isi surat karena isinya berupa gabungan. Cara ini disebut juga
model gabungan.
2. Surat lamaran yang dipisahkan
dari riwayat hidup. Dalam cara ini, riwayat hidup merupakan lampiran dan cara
ini disebut model terpisah.
Di dalam praktiknya, jenis yang sering dipakai
adalah model terpisah. Model ini lebih digemari pelamar kerja karena
suratnya tidak terlalu panjang.
Perhatikan contoh surat berikut ini.


Berdasarkan surat lamaran pekerjaan
diatas dapat diketahui bahwa isi dari surat lamaran
meliputi tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda
tangan dan nama terang. Isi surat terdiri atas unsur nama, tempat dan
tanggal lahir, pendidikan dan alamat, serta beberapa
hal yang dilampirkan. Hal-hal penting yang
dilampirkan antara lain daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah terakhir,
sertifikat, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), dan pas foto.
Kadang-kadang instansi/lembaga juga meminta persyaratan lain, seperti surat
keterangan pengalaman kerja, surat keterangan berbadan sehat serta surat
izin dari orang tua.
B. Memformulasikan Unsur Kebahasaan Surat Lamaran
Pekerjaan
Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan
dalam surat lamaran pekerjaan terkait dengan bahasa yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1. Menggunakan bentuk surat yang standar.
2. Menggunakan bahasa yang baik dan benar
3. Bahasa surat menggunakan kata-kata yang sopan
4. Bahasa surat berisi kata pengantar yang
jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaran.
5. Bahasa surat tampak dari tulisan yang
bersih, mudah dibaca, sesuai dengan kaidah ejaan.
6. Melengkapi bagian-bagian surat
dengan norma bahasa surat (seperti penulisan unsur hal, tempat/tanggal, alamat,
salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama
terang).
C. Menyajikan Simpulan
Sistematika dan Unsur-unsur Isi Surat Lamaran Pekerjaan
Secara umum, sistematika surat lamaran
pekerjaan meliputi tempat dan tanggal pembuatan surat, lampiran dan perihal,
alamat surat, salam pembuka, alinea pembuka, isi, penutup, salam penutup,
serta tanda tangan dan nama terang.
1.
Tempat dan Tanggal
Pembuatan Surat
Tempat dan tanggal pembuatan surat ditempatkan di pojok
kanan atas tanpa titik di akhir, karena bukan sebuah kalimat.
Contoh: Papua Barat, 28 Agustus 2015
2. Lampiran dan Hal
a. Kata Lampiran dan hal tulisannya
tidak boleh disingkat, contohnya seperti lampiran menjadi lamp. Itu tidak
boleh.
b. Angka dalam kolom lampiran ditulis
menggunakan huruf, misalnya: Lampiran: Empat lembar Hal: Pemberitahuan
3. Alamat Surat
a. Tidak menggunakan kata "Kepada".
b. Penulisan alamat disarankan tidak melebihi tiga
baris.
c. Jabatan tidak dibolehkan menyebutkan jenis
kelamin, seperti bapak ataupun ibu. Tulisan “Jalan” pada alamat tidak
boleh disingkat.
e.Tidak menggunakan titik di masing-masing akhir
barisnya.
Sebagai contoh:
Yth. Manajer Sukses Mandiri
Jalan M. Yamin Nomor 02, Kalibata Jakarta
4. Salam Pembuka
Setelah kata “Dengan hormat” gunakan tanda baca koma
(,).
Contoh: Dengan hormat,
5. Alinea Pembuka
Alinea pembuka sebaiknya menggunakan bahasa
yang baik dan sopan. Tujuannya agar pihak instansi yang membaca surat
yang dibuat tidak tersinggung. Di dalam alinea ini juga berisikan
pernyataan umum yang menggambarkan tentang diri pelamar.
6. Isi
Dalam isi terdapat hal-hal berikut:
a. Identitas
Isi identitas berisikan keterangan berupa nama,
tempat tanggal lahir, alamat, pendidikan terakhir, dan dapat ditambahkan
lagi sesuai dengan keperluan. Di dalam menuliskan keterangan
tersebut, huruf awal kata menggunakan huruf kecil.
b. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan merupakan keterangan mengenai
alasan pelamar perkerjaan dalam menulis surat tersebut.
c. Menyatakan Lampiran
Didalam lamaran pekerjaan terdapat beberapa
lampiran tentang syarat yang telah diminta oleh instansi yang membutuhkan
pekerja. Oleh karena itu, pelamar harus memenuhi lampiran yang diminta
oleh instansi tersebut. Kemudian, di setiap rincian digunakan tanda baca titik
koma (;) dan di akhir lampiran digunakan tanda baca titik (.).
Contoh:
fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi;
fotokopi kartu tanda penduduk;
pasfoto ukuran 3×4.
7. Penutup
Di dalam surat lamaran pekerjaan, isi penutup
haruslah menunjukan keantusiasan pelamar pekerjaan kepada instansi yg
dituju.
Contohnya:
Demikianlah surat lamaran pekerjaan ini saya
buat. Besar harapan saya untuk dapat menjadi bagian dari perusahan yang
bapak pimpin.
8. Salam Penutup
Pada bagian awal sudah diawali dengan salam
pembuka, tentulah penulisan surat ini harus diakhiri salam penutup. Sebagai
surat lamaran, salam penutup itu sangat penting, karena sebagai bentuk
dari etika, sopan santun, dan penghormatan.
Contoh: “Hormat Saya,”
9. Tanda Tangan dan Nama Terang
Tanda tangan ini diletakan biasanya di pojok
kanan bawah surat, lalu diikuti dengan penulisan nama lengkap:
Contoh:
Hormat saya,
(Ttd)
Renita Safitri
D. Menyusun Surat Lamaran Pekerjaan
Berikut ini disajikan tips dalam membuat surat lamaran
pekerjaan:
1. Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
2. Menulis dengan susunan format rapi.
3. Melengkapi data sesuai dengan keperluan.
4. Melampirkan surat pendukung seperti sertifikat
pengalaman kerja.
E. Melaporkan Kegiatan Membaca Buku
Pada pelajaran ini kamu akan
belajar bagaimana melaporkan buku yang dibaca. Buku tersebut adalah buku
nonfiksi, berupa buku pengayaan. Untuk dapat melaporkannya, kamu
harus membaca dan memahami isi yang terkandung di dalam buku.
Menentukan Butir-butir Penting dari Buku
Nonfiksi (Buku Pengayaan) dan Nilai-nilai dari Buku Fiksi yang
Dibaca
Kegiatan membaca sangat berguna.
Dari kegiatan membaca, kita memperoleh banyak pengetahuan, wawasan, atau
informasi berharga. Banyak sumber bacaan yang dapat kamu baca. Namun,
saat ini kamu belajar dari membaca buku nonfiksi. Salah satu jenis buku
nonfiksi adalah buku-buku pengayaan. Buku-buku ini akan memperkaya
pengetahuan mu, keterampilan mu, dan sikapmu. Marilah mempersiapkan kegiatan
membaca buku non fiksi sebagai projek membaca minggu ini. Buku tersebut harus
kamu selesaikan dalam seminggu. Oleh karena itu, biasakan membawa buku tersebut
ke mana pun kamu bepergian agar jika ada kesempatan untuk membaca, maka
kamu dapat membacanya.
Projek membaca ini dilaporkan secara mandiri.
Oleh karena itu, langkah- langkah yang harus kamu lakukan adalah sebagai
berikut.
1. Carilah buku nonfiksi buku pengayaan di
perpustakaan. Buku yang kamu baca bukan buku teks pelajaran. Pinjamlah
buku tersebut kepada petugas untuk kamu baca selama satu minggu.
2. Jika kamu memiliki uang, pergilah ke toko
buku. Carilah buku nonfiksi yang dapat kamu miliki untuk dibaca.
3. Mulailah mempersiapkan kegiatan membaca,
dengan menyiapkan buku tulismu untuk melaporkan kegiatan membaca minggu
ini.
4. Tuliskanlah judul buku, nama penulis, penerbit, tahun
terbit, dan kota terbit.
5. Amatilah daftar isi buku tersebut. Bacalah
sekilas datar isinya, kemudian tuliskanlah, ada berapa bab isi buku
tersebut.
6. Sebelum membaca, berdasarkan daftar isi buku
kamu susun pertanyaan yang mungkin akan kamu dapatkan dari isi buku. Pada buku
laporan membaca, tuliskanlah pertanyaan-pertanyaan yang ingin kamu dapatkan
jawabannya dari membaca isi buku.
7. Mulailah membaca. Jika buku itu milikmu,
ketika kamu membaca tandailah butir-butir penting dari setiap sub-bab yang
dibaca. Jika buku itu milik perpustakaan, setiap kamu membaca butir-butir
penting, tuliskanlah pada buku laporan membaca.
8. Setiap kamu akan mulai membaca, tuliskan
terlebih dahulu hari, tanggal, dan waktu kamu membaca agar kegiatanmu terdata.
9. Lakukanlah kegiatan membaca buku tersebut selama satu
minggu.
10. Jika kamu sudah selesai membaca
buku, susunlah laporan kegiatan tersebut dalam buku rekaman tertulis
kegiatan membaca.
Komentar
Posting Komentar